POS UJIAN NASIONAL 2015 DAN NILAI UN 2015 JADI PERTIMBANGAN SNMPTN

Posted by SERBA SERBI GURU on Friday, February 20, 2015



Tarik ulur dipakai tidaknya nilai UJIAN NASIONAL untuk masuk perguruan tinggi berakhir sudah. Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 menyetujui penggunaan nilai Ujian Nasional UJIAN NASIONAL 2015 sebagai pertimbangan kelulusan SNMPTN.

Keterangan tentang kepastian fungsi nilai UJIAN NASIONAL untuk pertimbangan kelulusan SNM PTN itu disampaikan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Zainal Arifin. ”Rabu kemarin (18/2) kan ada rapat di Kemendikbud. Secara konsep (nilai UJIAN NASIONAL untuk pertimbangan kelulusan SNM PTN, Red) sudah disepakati majelis rektor, Kemendikbud, dan Kemenristekdikti,” katanya di Jakarta (19/2).
Zainal mengatakan, panitia SNM PTN bersedia menerima nilai UJIAN NASIONAL sebagai pertimbangan kelulusan dengan syarat. Guru besar ilmu komputer Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, syarat yang harus dipenuhi panitia UJIAN NASIONAL di Kemendikbud adalah mempercepat pengolahan data lembar jawaban komputer (LJK).
’’Panitia UJIAN NASIONAL di Kemendikbud akhirnya menyetujui syarat itu,’’ ungkap petinggi otoritas penyelenggara UJIAN NASIONAL tersebut. Jadi, akhirnya jadwal pengolahan LJK dipercepat, tetapi jadwal pengumuman kelulusan UJIAN NASIONAL tetap pada 18 Mei.
Untuk mempercepat pengolahan LJK, Kemendikbud sudah menyiapkan skenario baru. Yakni, memperbanyak titik pemindaian LJK UJIAN NASIONAL. Zainal mengatakan, selama ini dalam satu provinsi, pemindaian LJK umumnya dilaksanakan di satu PTN.
Karena itu, untuk mempercepat pengolahan nilai UJIAN NASIONAL, tahap pemindaian LJK digarap keroyokan oleh PTN-PTN provinsi setempat. ’’Umumnya ada lebih dari satu PTN dalam satu provinsi. PTN-PTN itu dioptimalkan untuk membantu pemindaian LJK,’’ jelas dia.
Dengan langkah tersebut, Zainal berharap pemindaian berlangsung cepat dan nilai hasil pengolahan LJK bisa disampaikan ke panitia SNMPTN lebih dini. Dengan demikian, panitia SNMPTN bisa memiliki waktu untuk mengolah nilai UJIAN NASIONAL itu sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN.
’’Sekarang posisinya sudah jelas, siswa calon peserta UJIAN NASIONAL saya harap belajar dengan serius,’’ ujarnya.
Meski UJIAN NASIONAL tidak lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan, Zainal yakin tidak ada siswa yang mengerjakan soal ala kadarnya. Menurut dia, semua siswa ingin mendapatkan nilai bagus, apalagi nilai itu menjadi pertimbangan masuk PTN.
Keputusan funlgsi nilai UJIAN NASIONAL sebagai pertimbangan kelulusan SNMPTN dalam beberapa pekan terakhir mengalami tarik ulur. Kali pertama Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir menyatakan bahwa nilai UJIAN NASIONAL menjadi pertimbangan kelulusan SNMPTN. Bahkan, bobot nilai UJIAN NASIONAL, menurut Nasir waktu itu, mencapai 10 persen.
Kebijakan tersebut lantas dipertegas jajaran Kemendikbud. Dalam pengumuman persiapan pelaksanaan UJIAN NASIONAL 2015 awal Februari lalu, Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, nilai UJIAN NASIONAL dipakai panitia SNMPTN.
Tetapi, beberapa saat kemudian, muncul keterangan berbeda dari para rektor PTN selaku panitia SNM PTN. Ketua Panitia SNMPTN 2015 Rochmat Wahab pernah menjelaskan bahwa nilai UJIAN NASIONAL tidak dipakai dalam pertimbangan SNM PTN. Sebab, ada ketidakcocokan jadwal rangkaian UJIAN NASIONAL yang dibuat Kemendikbud dengan jadwal rangkaian SNM PTN yang ditetapkan panitia.
Sikap panitia SNMPTN itu lantas membuat Menristekdikti mengoreksi pernyataannya. Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut menyatakan, nilai UJIAN NASIONAL tidak dipakai dalam pertimbangan kelulusan SNMPTN. ’’Di sekolah saja UJIAN NASIONAL  tidak menjadi penentu kelulusan, kenapa dipaksakan menjadi penentu kelulusan SNM PTN,’’ ujarnya saat itu.
Berdasar pernyataan panitia SNMPTN dan Menristekdikti itu, panitia UJIAN NASIONAL di Kemendikbud menjadi gerah. Mereka langsUjian Nasionalg menjalankan lobi-lobi, termasuk pertemuan Rabu lalu (18/2). Pertemuan tersebut dikemas dalam agenda rapat koordinasi persiapan teknis UJIAN NASIONAL. Dalam pertemuan disepakati secara bersama-sama bahwa nilai UJIAN NASIONAL 2015 menjadi pertimbangan kelulusan SNMPTN.

Dengan keputusan tersebut UJIAN NASIONAL 2015 sekalipun tidak dijadikan dasar kelulusan tetapi akan menjadi bahan atau persyaratan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Bagi siswa SMA/SMK/MA UJIAN NASIONAL 2015 akan menjadi bahan pertimbangan seleksi di Perguruan Tinggi, dan bagi siswa SMP/MTS nilai UJIAN NASIONAL akan menjadi dasar untuk memilih sekolah yang difavoritkan.

Penjelasan Terkait Keterlambatan POS Ujian Nasional 2015
POS UJIAN NASIONAL 2015 atau Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional tahUjian Nasional ajaran 2014/2015 merupakan dasar dan acuan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, Sekolah Menengah Kejuruan, Program Paket A/Ula, Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan pada TahUjian Nasional Pelajaran 2014/2015.
Tidak seperti biasanya hingga pertengahan Bulan Pebruari 2015, POS UJIAN NASIONAL 2015 belum juga diterbitkan. Keterlambatan POS UJIAN NASIONAL ini mengundang banyak pertanyaan dan ketidakpastian. Belakangan ini tersiar informasi bahwa sampai dengan tanggal 17 Februari 2015 POS UJIAN NASIONAL 2015 masih dalam agenda pembahasan BSNP, hal ini karena masih harus menyesuaikan dengan rancangan revisi Permendikbud tentang revisi kriteria kelulusan dalam Ujian Nasioal tahun 2015
Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Zainal Arifin pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2015 menyatakan bahwa  terkait Prosedur Operasi Standar  (POS) atau standard operating procedure (SOP) UJIAN NASIONAL 2015 akan segera diterbitkan. Dia mengungkapkan, penerbitan SOP atau POS UJIAN NASIONAL 2015  menunggu keluarnya Permendikbud tentang UJIAN NASIONAL 2015. Sementara itu, Permendikbud dibuat setelah Peraturan Pemerintah (PP) terkait UJIAN NASIONAL ditandatangai presiden. ’’Informasinya, Bapak Presiden sudah meneken PP itu (terkait UJIAN NASIONAL, Red). Insya Allah pekan depan sudah bisa sosialisasi SOP/POS UJIAN NASIONAL 2015,’’ tutur Zainal

Blog, Updated at: 6:56 AM

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Loading...

STATISTIK BLOG

Download

Download

Download Prota, dll

-----------------------------------

DOWNLOAD Modul GP

Kumpulan Soal

CB